Rahasia Bahagia Tanpa Sebab Sekalipun Dunia Sudah Menjatuhkanmu Berkali-kali
Coba ingat kembali sesuatu yang dulu sangat kamu inginkan. - Mungkin sebuah barang. - Mungkin sebuah pencapaian. - Mungkin seseorang.
Bayangkan sebuah sore yang tenang. Tehmu masih hangat. Pekerjaan hari ini sudah selesai. Rumah tidak terlalu berisik. Kamu merasa baik-baik saja.
Sebelum saya membeli mobil putih saya, saya hampir tidak pernah memperhatikan bahwa ternyata mobil putih ada di mana-mana.
Ada hari-hari ketika hidup terasa berat. Bukan karena beban di pundak, tapi karena suara-suara di kepala.
Ponselmu tidak pernah mengeluh saat baterainya tinggal sepuluh persen. Ia hanya meredup, lalu mati.
Di bab sebelumnya saya bilang bahwa bahagia tidak perlu sebab. Mungkin sejak itu ada satu pertanyaan yang mengganjal di kepalamu:
Setiap kali anak saya duduk di depan layar menonton kartun, saya ikut memperhatikan.